Saturday, March 22, 2008

Today, You’re My Heroes

Pagi ini, drama senin pagi kembali terulang dalam hidup gue. Berbagai kekacauan udah mulai terasa sejak gue buka mata jam 5 pagi. Dan bener aja, akhirnya gue baru bisa berangkat dari rumah gue di kalimalang jam 7.40 padahal udah harus sampai kantor di slipi jam 9.30. Kebayang kan betapa paniknya gue. Ditambah lagi dengan supir gue telat dateng. Dan inget, ini hari senin bos!! Jadilah gue berangkat dengan kemrungsung.

Seperti biasa, tiap pagi gue selalu denger GMHR di mobil. Dalam hitungan kurang dari 10 menit gue udah ketawa ngakak padahal sebelumnya uring-uringan. Padahal saat itu Steny dan Pandji sedang ngebahas sesi IJASAH alias Ingat JAman suSAH. Dimana mereka menceritakan masa-masa tersulit dalam hidup mereka. Apa lucunya, apa serunya coba denger kisah sedih orang lain? Normally, kita gak akan ketawa-ketawa kalau denger kisah sedih, tapi itulah mereka. Mereka bisa cerita sambil tetep ketawa-ketawa dan dipenuhi komentar-komentar nggilani khas mereka itu. Ya itulah Stendji. Dengan cara sederhana mereka bisa ngajarin gue bahwa emang bener life is sucks, tapi ngomel, ngedumel, marah-marah gak akan buat hidup jadi otomatis membaik. Bahwa kita bisa mengontrol emosi kita untuk membuat kehidupan kita lebih baik. Semacam kepasarahan tanpa menyerah……

Sebenernya ini bukan kejadian pertama. Cukup sering gue mengalami perubahan mood hanya dalam hitungan menit setelah dengerin mereka gila-gilaan di radio. Menurut gue, ini sebenernya bukan hal yang sederhana. Mungkin kita melihat hidup mereka mudah dan menyenangkan. Asik karena mereka bisa mengerjakan hal yang mereka sukai. Kalau dilihat lebih jauh lagi sebenernya sih gak gampang juga. Banyak hal yang harus mereka kelola. Mulai dari mengalahkan diri sendiri untuk bangun pagi, meninggalkan tempat tidur yang nyaman. Membangun mood, baik mood diri sendiri maupun mood orang lain. Bertahan untuk tetap fokus selama 4 jam, padahal mungkin banyak kepentingan pribadi yang juga mendesak-desak harus diselesaikan.

Buat gue, apa yang mereka lakukan itu sangat berharga. Bahwa mereka punya sarana untuk itu, dibayar untuk melakukan itu, memang gak bisa dipungkiri. Tapi coba liat lagi. Banyak juga orang yang punya sarana. Banyak juga orang yang dibayar untuk mempermudah hidup orang lain. Tapi berapa banyak yang melakukannya dengan tulus. Yang melakukannya karena demi kecintaan akan kehidupan itu sendiri. Dan yang lebih asiknya, mereka melakukan ini semua tanpa pikir panjang. Tanpa niatan untuk menjadi orang yang lebih berjasa maupun lebih berharga dibandingkan yang lain. Semua begitu jujur apa adanya. Bener juga orang yang ngomong di 'film itu', "Everybody can be a hero. It doesn’t need someone special to be a hero" Cause for today, Steny and Pandji are my heroes!!!



22.07.2007
16.10
late afternoon at the ‘Monday office’

No comments: