Friday, September 08, 2006

Tentang Bahasa

Selama ini, adik saya, sang sastrawan, seringkali geregetan saat mendengar sekelompok orang (yang biasanya berasal dari kelas sosial tertentu, dan umumnya berada pada masa dewasa muda) yang seringkali berbicara dengan menggunakan bahasa dicampur-campur. Seperti pada suatu saat ia mendengar seseorang berkata, “Aduh….. gue gak comfort nih…”, adik saya ngedumel sambil komentar, “Kenapa gak ngomomg, ‘Aduh gue gak nyaman’ aja sih?” Biasanya saya akan menimpali seenaknya, “Abis kalo bilang’ Aduh gue gak nyaman nih…..’. Ntar pertanyaann selanjutnya bisa jadi, ‘Kenapa? Eek di celana?’. Sementara kalo dia bilang ‘Aduh gak comfort nih…’ Komentar orang mungkin, ‘Lagi ada konflik yah?’ Jadi kan lebih keren tuh…..”

Belakangan teman saya, Tiek punya kebiasaan konyol juga soal bahasa ini. Dia sekarang suka dengan seenaknya menerjemahkan ungkapan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Seperti ketika saya melihat ia membaca sebuah majalah wanita dewasa yang tagline-nya sudah sangat terkenal saya berkomentar, “Wah lo fun fearless female, nih……” Dengan entengnya dia jawab. “Oh gerombolan perempuan lucu dan tidak penakut itu yaaaahh……” Saat kami berpakaian setelah selesai latihan di gym, dia mengomentari bra yang saya pakai. “Bra-mu bagus. Pake rahasia victoria ya?” Sejenak saya bengong karena gak ngerti apa yang dia omongin. Setelah dia senyum usil, saya baru ngerti bahwa yang dimaksudnya adalah apakah bra saya keluaran merek bra yang cukup terkenal saat ini. Setelah itu, saya baru bisa ketawa ngakak. Aduh…… gimana kalo mereka harus hidup sehari-hari bareng Putri Indonesia ya??? :D


ATR
06.09.2006

1 comment:

Mutiara Pratiwi Djamil said...

ah anne....kalo gue hidup sehari-hari sama puteri indonesia, gue gak akan segaring itu karena gue akan sibuk belajar dadah gaya miss universe sama dia :))