Siang tadi aku ngobrol dengan Lla, seorang teman, tentang betapa pentingnya suatu hubungan yang mendatangkan rasa nyaman dan aman pada diri orang-orang yang terlibat di dalamnya.
“Aku perlu merasa nyaman dan aman untuk jadi diri sendiri dalam sebuah hubungan. Aku perlu sebuah hubungan yang bisa menjadi landasan, biar aku bisa terbang setinggi mungkin untuk pencarian diriku. Tapi juga sebuah landasan yang selalu ada disana untuk aku mendarat saat bensinku sudah habis, tanpa peduli daerah mana saja yang sudah aku jelajahi untuk menemukan diriku, tanpa peduli apakah aku sudah menemukan apa yang kucari” Entah kenapa siang ini aku jadi sok filosofis.
Saat aku mengandaikan suatu hubungan yang nyaman dengan landasan terbang, entah mengapa tiba tiba terbayang wajah Geng Armani, para pengkritik terbaik dalam hidupku itu. Kalau mereka mendengar pengandaianku itu, mungkin salah satu dari mereka akan berkomentar, “Kalo gitu loe perlu cari jodoh pegawai Angkasa Pura, Ne. Soalnya diantara mereka ada orang-orang yang dilatih untuk menyiapkan landasan terbang sebaik mungkin”
Jrengjeng!
Begitulah teman-temanku. Entah mengapa mereka selalu bisa mengembalikan diriku ke kadar humor semula. Ke posisi dimana aku tetap bisa menertawakan diriku. Segetir apa pun ucapan dan perasaanku. Tapi, tentang pegawai Angkasa Pura ini, mungkin gak ada salahnya juga dicoba ya? Siapa tau memang ada diantara mereka yang memang bisa menyiapkan 'landasan terbang' bagiku.
ATR, 29.09.2006, 20.13
Untuk teman-teman sejawat
yang semakin menyadari penurunan fungsi mental diri sendiri,
"Maaf ya.... gue dah makin gak jelas nih kalo nulis"
No comments:
Post a Comment